Breaking News

Sunday, January 11, 2015

Motivasi

   Menurut KBBI Motivasi adalah dorongan yg timbul pd diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu atau usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. Motivasi berdasarkan yang telah saya baca peroleh terdiri dari 2 jenis, yakni Fear Motivation dan Gain Motivation. 

    Fear motivation adalah motivasi yang bersumber dari rasa takut atau khawatir. Motivasi jenis ini merupakan motivasi yang 2,5 kali lebih kuat dibandingkan dengan gain motivation. Contoh dari fear motivation adalah ketika kita kuliah, kita diliputi rasa takut kalah bersaing ketika di dunia kerja, takut tidak memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan orang lain, takut miskin, takut jika tidak bisa mengerjakan soal UTS, UAS dan sebagainya. Dari rasa takut inilah yang ditanggapi secara positif akan membuat seseorang termotivasi untuk terus memperbaiki/membenahi diri agar mampu melewati berbagai keadaan yang akan dan/atau sedang datang. Namun, fear motivation kurang baik dibandingkan gain motivation. Karena jika rasa takut tersebut tidak mampu di-manage dengan baik maka dapat berakibat buruk terhadap kondisi jasmani dan rohani.

   Gain motivation adalah motivasi yang bersumber dari keinginan. Motivasi ini memang tidak lebih kuat pengaruhnya dibandingkan fear motivation namun motivasi ini lebih baik dibandingkan fear motivation. Contoh dari gain motivation adalah keinginan untuk menjadi dokter, PNS, akuntan, dsb, keinginan untuk mapan, keinginan untuk kuliah dengan prestasi cumlaude, dll. Keinginan yang muncul ini bisa menjadi sumber motivasi bagi seseorang.

  Kuat lemahnya dari suatu motivasi juga ditentukan oleh seberapa mampu motivasi tersebut mendorong kita untuk bergerak melakukan suatu tujuan. Semakin kuat sebuah motivasi maka itu akan semakin meningkatkan upaya kita dalam mencapai suatu tujuan. Buatlah/carilah suatu motivasi yang mampu membuat kamu terus mengingatnya, membuatmu merinding, bahkan mampu membuatmu menangis.

  Saya pernah juga membaca kedewasaan seseorang juga ditentukan oleh seberapa mampu dia menciptakan motivasi dan mood untuk dirinya sendiri disaat dia membutuhkannya. Ya, ini memang tidak mudah tapi teruslah mencoba untuk melakukannya.
Read more ...

Sunday, November 16, 2014

Masalah Ketika "Berkelompok"

    Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi (Cartwright&Zander, 1968; Lewin, 1948). Pernahkah anda berada dalam kelompok yang dimana individu-individu di dalamnya itu memiliki semangat yang rendah ? seberapa seringkah anda mengalaminya ? atau pernahkah anda berada dalam kelompok yang dimana individu-individu di dalamnya tidak anda senangi ?

    Pertama kali saya berkelompok itu SD, namun saat itu belum ada masalah apa-apa. Namun, ketika berkelompok di MTs dalam mengerjakan tugas mulai banyak masalah dari ketidakhadiran kerja, kerjanya sengaja dilambatkan, kurang bersemangat, dan sebagainya. Akhirnya, saya selama di MTs sering menjadi pemain tunggal sedangkan yang lainnya hanya sebagai free rider (istilah manajemen = numpang nama). Tapi saat itu aku masa bodoh, intinya tugasku selesai dengan baik. Namun, ketika di SMA sama saja saya juga sering sekali berada dalam kelompok yang tidak kompeten, sangat jarang berada dalam kelompok yang kompeten. Mungkin ada sesuatu yang bisa saya pelajari dari sini. Ya, ternyata ada.

    Ketika berkelompok dengan orang-orang yang jiwanya itu bukan jiwa pemuda. Saya mengambil langkah serius.Siapa saja yang tidak mau berperan aktif, malas bekerja, dan cuma mau jadi free rider. Namanya akan saya coret dari kelompok. Apapun sikapmu saya tidak peduli. Ya, langkah ini perlu saya lakukan untuk  meningkatkan produktivitas kerja. Lain halnya untuk kelompok yang di dalamnya individu-individu yang tidak saya senangi. Namun, sampai saat ini saya terus berusaha untuk tetap bahagia bersama individu yang menyebalkan. Karena mau tidak mau suka tidak suka ada kalanya kebebasan untuk memilih kita hilang. Ketika anda ditempatkan dalam kondisi seperti itu, hanya ada 2 pilihan merubah kebiasaan dan sikap individu yang malas/tidak disenangi atau berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan.

   Ketika berkelompok dengan orang yang seperti itu, saya lebih suka untuk berusaha beradaptasi. Karena saya sadar, jika saya mencari individu-individu yang begitu persis dengan pemikiran saya, itu tidaklah mudah. Sehingga, saya lebih baik berusaha beradaptasi sambil meberdayakan orang-orang malas agar berperan aktif.
Read more ...

Perang Batu

    Pada saat kejadian ini berlangsung, aku masih duduk dikelas 5 SD. Pada suatu hari, saat jam istirahat tiba, aku dan teman-temanku bermain tapi permainan yang kami lakukan bukanlah permainan yang baik dan tidak boleh ditiru. Kami menyebutnya "PERANG BATU". Sebenarnya ini lebih pantas jika disebut mirip tawuran daripada permainan.
    Sebelum kami bermain "PERANG BATU", kami terlebih dahulu membuat pertahanan. Kami membuat 2 tim dalam permainan ini Tim A di Hutan dan Tim B di samping kelas kami. Aku termasuk dalam Tim B. Kami membuat pertahanan dari kayu dan seng yang kami temukan di belakang kelas kami yang kebetulan adalah hutan. Kami membuat semacam rumah-rumah sebanyak 7 namun saya tidak membuat rumah. Pertahananku hanya terbuat dari sebatang kayu yang agak panjang. Saat kami akan bermain tiba-tiba datang Ibu Guru ke kelas kami untuk mengajar Bahasa Indonesia.
    Keesokan harinya, saat jam istirahat tiba kami pun langsung mencari markas masing-masing. Permainan pun dimulai. Pada hari itu permainan ini sangatlah mengasyikkan. Kami terus bermain hingga waktu istirahat habis. Begitu pula hari-hari selanjutnya. Namun, pada saat hari Sabtu stelh seminggu kami bermain ini ada musibah yang terjadi. Saat kami sedang asyik bermain tiba-tiba ada sebuah batu berukuran bola Golf mengenai kepalaku namun meskipun kesakitan aku tetap saja bermain. Hingga datanglah batu yang kedua mengenai kepalaku yang ukuran batunya jauh lebih besar dari bola kaki. Akupun berlumuran darah dan menangis.
    Saat itu akupun di bawa keruang UKS untuk dibersihkan pasir dan tanah pada kepalaku. Aku mulai berhenti menangis. Setelah bagian sekitar luka di kepalaku dibersihkan akupun diantar oleh orangtuaku kerumah sakit. Dirumah sakit aku mendapat 3 jahitan. Akupun sadar, seharusnya sebelum bermain aku melihat terlebih dahulu permainan tersebut, bukannya asal main. Aku seharusnya memilih permainan yang baik dan tidak melukai diriku maupun orang lain. Dan saat istirahat tiba aku harusnya beristirahat bukannya malah main-main yang menguras tenaga yang hanya akan membuatku tidak dapat menerima pelajaran dengan baik.
Read more ...

Saturday, November 15, 2014

GAGAL GAGAL DAN GAGAL

    Bicara soal kegagalan siapa sih yang tidak pernah gagal. Gagal itu merupakan sebuah kewajiban untuk mengetahui kekurangan yang ada dalam diri, sikap, maupun tindakan. Kegagalan akan mengajarkan kepada kita hal-hal yang harus diperbaiki sedikit demi sedikit. Pada malam ini, saya akan bercerita tentang kegagalan yang saya alami.

   Kegagalan saya yang pertama yang saya tahu adalah ketika akan berdiri, ketika akan berjalan dan ketika akan berlari. Jatuh rasanya sakit, tapi ada kenikmatan untuk terus mencoba tanpa perlu memusingkan berapa banyak kegagalan yang telah terjadi. Ketika SD, tepatnya kelas 2 saya ikut lomba agama antar masjid. Saya kalah saya tidak menang apa-apa. Saya hanya menang dalam memberantas rasa takut dalam diri untuk terus mencoba. Ketika kelas 3 SD, ada event lomba agama yang serupa namun saingannya lebih banyak saya mulai menang beberapa lomba keagamaan. Ketika kelas 4 SD, saya menang segala lini lomba keagamaan yang dilombakan saat itu kecuali Adzan. Maklum untuk merubah suara tidak mudah ditambah nada bicara yang aneh. Ketika kelas 5 dan 6 SD, saya juga menang semuanya kecuali lomba Adzan.

   Ketika kelas 1 MTs, saya sudah tidak bisa ikut lomba agama antar masjid karena batas usia hanya sampai 12 tahun. Saat kelas 1 MTs, saya mulai ikut lomba bidang akademik. Namun, dari kelas 1-3 saya selalu kalah. Entah saingan saya yang begitu kuat atau saya yang begitu malas atau saya yang bodoh atau karena guru saya yang memberitahu mengenai lomba yang diadakan 3 hari sebelum lomba. Untuk orang yang pernah ikut lomba atau sudah punya lomba di bidang pengetahuan umum mungkin tidak begitu masalah. Tapi bagiku tidak, aku tidak tahu materi lomba, dimana lombanya, dan sebagainya. Sebenarnya, saat kelas 3 MTs saya MUNGKIN SAJA bisa mendapatkan 1 kemenangan. Namun, jiwa ini letih raga ini lelah dengan berbagai kegagalan. Diri ini butuh semangat baru. Lomba saat itu mengenai Karya Tulis Ilmiah, pesertanya sangat kurang padahal kategori lomba ada banyak. Otomatis menang semua pesertanya. Padahal jika saat itu saya ikut dan saya menang mungkin saya bisa berhasil masuk di SMA yang saya damba-dambakan, Sakit hati ini karena tidak mau mencoba begitu dalam, menusuk relung hati yang paling dalam. Bahkan sampai saat ini masih belum terlupakan, kegagalan untuk tidak berani mencoba itulah yang sampai saat ini menjadi api semangat dalam mencoba.

    Ketika SMA, saya ikut lomba Karya Tulis Ilmiah berkali-kali tapi selalu kalah, Tapi dalam setiap kekalahan itu saya belajar banyak hal mengenai Karya Tulis Ilmiah. Ketika SMA, saya juga ikut lomba video-video kreatif yang di upload di youtube, saya memang terus kalah sepanjang kelas 10-11. Selama itu pula, saya sering mengganti anggota tim saya, sebab jiwa ini memiliki semangat tempur yang kuat. Namun, anggota pendukung loyo. Maka ya hancurlah. Mungkin mereka loyo karena selama ikut lomba dengan saya selalu saja gagal. Hingga akhirnya beberapa kali saya ikut lomba tanpa mengajak siapa-siapa. Bukan tanpa maksud, saya kasihan melihat mereka sedih, sudah berusaha namun nihil hasil.

   Ketika kelas 3 SMA, mendekati semester 2, saya mengikuti sebuah lomba video mengenai wirausaha. selama berhari-hari saya membuat semacam video flash, saya jarang tidur. Kemudian ketika video telah jadi, saya mempromosikan kepada teman-teman saya untuk like video saya di youtube. Siang dan malam kulalui dengan mencari like dari teman temanku. Perjuangan selama 2 bulan itu membuahkan hasil. Aku menang lomba. Yah selama di SMA cuma itu kemenangan saya yang dapat di nilai dari sebuah kertas.

    Jadi, kesimpulannya ini bukan masalah seberapa banyak waktu, biaya, usaha, dan sebagainya yang dikorbankan untuk memperoleh sesuatu. Tapi seberapa kuat untuk mampu bangkit dari seluruh kegagalan yang telah terjadi. Mencoba mungkin tidak pasti menang, namun tidak mencoba sudah PASTI tidak akan menang. So, apa salahnya mencoba. Teruslah mencoba, habiskan jatah gagalmu di masa muda. (y)
Read more ...

Thursday, November 13, 2014

Mendapatkan Uang Itu Mudah


    Saat itu, aku masih duduk di kelas 10 SMA Negeri 1 Kendari. Seperti biasa sepulang sekolah aktivitasku adalah bermain laptop namun saat itu aku belum memiliki modem jadi setiap hari menggunakan hotspot yang ada di dekat rumahku. Saat itu aku mengakses beberapa situs diantaranya situs penjualan barang secara online. Dari situ aku mendapatkan ide untuk memulai usahaku mendapatkan uang :D . Sebuah ide yang menurut saya tidak dipikirkan orang lain, mungkin karena menanggap untungnya kecil atau apalah :D

    Jadi, begini pada waktu itu aku mengakses salah satu situs toko online dan melihat barang-barang yang ada dan ternyata harganya begitu murah bahkan kelewat murah :D . Akhirnya saya mencari situs-situs serupa dan hasilnya harganya memang sama-sama murah :D. Akupun mulai mencari barang yang murah namun keuntungan gede dan modal uangku cukup. Sekitar seminggu lamanya aku mencari informasi tentang situs tersebut dan menanyakan kepada penjualnya bagaimana cara membeli barang yang dijual di toko tersebut. Selain itu, aku menghitung ongkos kirim, melihat harga di pasaran, melihat saingan, melihat kebutuhan masyarakat, dan mencari cara agar semua jualanku laku :D . Yah cukup banyak hal yang saya pikirkan dan saya perhitungkan :D. Setelah semua OK sebelum melakukan transaksi pemesanan aku mencari teman yang memiliki banyak kenalan. untuk apa ? Ya untuk promosi lah :D Teman saya itu orang yang cukup bergaya dan cukup menjengkelkan bagi banyak orang :D Alhamdulillah tidak untuk saya, kemudian sayapun mengajaknya dalam usaha saya dengan honor sebesar Rp.50.000 :D dan ternyata dia mau :D

    Setelah saya sudah punya rekan kerja saya mencari di internet cara transaksi di bank dan bertanya kepada toko tempat saya akan membeli. Kemudian, setelah informasi cukup sayapun pergi ke Bank bersama teman saya Wahyu :D . Dia bertanya apakah saya tidak takut kalau uangnya salah masuk atau ditipu.... dan saya jawab TIDAAAAK :D. Di bank saya juga sempat curi-curi pandang dengan orang yang akan melakukan transaksi.

Skip

    Modal awal saya saat itu sekitar Rp.500.000. Saya gunakan untuk membeli 5 buah Flashdisk Toshiba 8 GB dan 2 Buah MicroSD 2 GB. Dan apakah anda tahu ternyata teman saya hebat dalam menawarkan barang sebenarnya waktu itu saya ingin menjual Flashdisk Rp. 200.000 per buah namun karena saya berpikir akan sulit mendapat pembeli karena feeling saya mengatakan bahwa mereka tidak punya uang sebesar itu akhirnya sayapun menjualnya dengan harga Rp 150.000 dan MicroSD Rp.40.000 :D Dari Sini  keuntungan dari Flashdisk Rp.425.000 dan MicroSD Rp.22.000 Sebenarnya dikurangi biaya kirim tapi karena ada barang lain yang juga saya pesan jadi gak perlu dihitung :D. Kemudian, selanjutnya saya memesan lagi 1 Flashdisk Toshiba 8GB dan 2 MicroSD 2GB. Itu adalah barang pesanan saya yang terakhir, kenapa saya berhenti karena pada suatu hari di kelas saat guru ekonomi saya menjelaskan pelajaran diselingi dengan promosi flashdisk dari anaknya yang ditawarkan kepada kami ? Terus saya berpikir berarti penjual ginian bukan cuma saya dong. Akhirnya hari itu saya mencari tahu dari teman saya disegala penjuru dari kota sampai lepo2 :D Dan ternyata memang mulai banyak yang jualan kayak saya. Melihat keadaan saat itu akhirnya saya berhenti menjual itu sebelum menderita kerugian karena jika sudah banyak penjualan eceran seperti itu maka secara otomatis penjual di toko2 mulai mencari barang tersebut dengan harga murah. Jika itu terjadi saat saya masih berjualan, tamatlah saya :D

    Akhirnya, saya memutuskan berhenti dan menggaji pekerja saya Rp.50.000 dan saya menikmati keuntungan saya itu :D . Itulah pengalaman saya dalam mencari uang :D. Jual dikit untungnya cetar mebahana :D So, apa usaha anda ?
Read more ...
Designed By Published.. Blogger Templates